Follow by Email

Selasa, 06 Maret 2012

Etika dan Pengembangan Diri


Deskripsi Etika dan Etiket dari 7 Penulis 

1.      Menurut         : Ursula Ernawati
Judul Buku      : Pedoman Lengkap Kesekretarisan
Penerbit           : Graha Ilmu
Etika berasal dari kata Yunani “ETHICOS” yang berarti norma-norma, aturan, kaidah dan nilai-nilai bagi tingkah laku manusia yang baik dan buruk.
Sedangkan etiket berasal dari kata Prancis “ETIQUETTE” yang memiliki arti kartu undangan. Karena pada masa kerajaan Prancis banyak  tamu kalangan Bangsawan yang di undang. Oleh karena itu untuk mengatur ketertipan, maka di dalam kartu undangan dicantumkan peraturan-peraturan dan tata tertib yang harus dipatuhi. Misal : Busana, Cara makan-Minum dll.
Etika dan etikat bersikap saling melengkapi :
·         Etika menekan pada prinsip – prinsip tentang tindakan moral yang benar
·         Etiket menitik beratkan pada tata cara pergaulan


2.      Menurut         : Agus M. Hardjono
Judul buku      : SEKRETARIS
Penerbit           : Kanisus

-         Apakah yang dimaksud dengan etika sekretaris ?
Etika adalah ilmu tentang hakikat kebaikan dan pelaksanaannya. Oleh karena itu etika sekretaris adalah hakikat kebaikan yang perlu dipegang dan di usahakan untuk dilaksanakan dan dihayati oleh seorang sekretaris.

-         Apakah yang disebut etiket sekretaris ?
Etiket adalah cara-cara dalam berbicara, berpakaian, berbuat dan bertindak yang sudah biasa dan diterima baik dalam pergaulan disuatu kelompok masyarakat.

3.      Menurut         : Drs. O.P. SIMORANGKIR
Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

4.      Menurut         : Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat
Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

5.      Menurut         : Drs. H. Burhanudin Salam
Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

6.      Menurut         : Rosita Noer
Etika adalah ajaran (nomatif) dan pengetahuan (positif) tentang hal yang baik dan yang buruk, menjadi tuntunan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

7.      Menurut         : Helmi Umam (dosen filsafat IAIN Surabaya)
Kata etika sering disebut pula dengan kata “ETIK” atau “ETHICS” dalam bahasa inggris yang mengandung banyak pengertian. Etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan, dan kadang-kadang orang memakai filsafat etika, filsafat moral atau filsafat susila. Dengan demikian dapat dikatakan, etika ialah penyelidikan filosofis mengenai kewajiban-kewajiban manusia dan hal-hal yang baik dan buruk. Etika adalah penyelidikan filsafat bidang moral. Etika tidak membahas keadaan manusia, melainkan membahas bagaimana seharusnya manusia itu berlaku benar.

Etiket merupakan aturan-aturan konvensional melalui tingkah laku individual dalam masyarakat beradab, merupakan tatacara formal atau tata krama lahiriah untuk mengatur relasi antarpribadi, sesuai dengan status social masing-masing individu.


Kepribadian adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.
Menurut Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri.
Scheneider (1964) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan.
Kepribadian menurut pengertian sehari-hari :
·         Disamping itu kepribadian sering diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”.
Kepribadian menurut psikologi
·         Berdasarkan penjelasan Gordon Allport tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.

Kepribadian yang sehat :
Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak).

Kepribadian yang tidak sehat :
1.       Mudah marah (tersinggung)
2.       Bersikap kejam
3.       Kebiasaan berbohong
4.       Hiperaktif
5.       Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
6.       Senang mengkritik/ mencemooh orang lain
7.       Kurang memiliki rasa tanggung jawab
8.       Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama
9.       Pesimis dalam menghadapi kehidupan
10.   Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar