Sabtu, 14 April 2012

Bahasa tubuh (Body language)


BAHASA TUBUH DALAM PELAYANAN PRIMA
1.        Kinetik
Kinetik adalah perilaku tubuh yang meliputi , gerak badan, gerak tangan, ekspresi wajah,  gerak mata, dan lain-lain. Kinetik juga mencakup ciri-ciri fisik seperti keadaan jasmani,  tinggi badan, berat badan, bentuk badan, dan penampilan tubuh secara umum. Dalam hal ini pikiran dan perasaan banyak yang ditampilkan dalam bahasa tubuh bentuk kinetik
a.          Mata
1.   Kontak mata secara langsung menunjukan:
a.    Adanya kesediaan untuk memulai suatu pembicaraan atau hubungan interpersonal.
b.    Adanya perhatian yang sugguh-sungguh
2.   Menghindari kontak mata secara langsung menunjukan :
a.    Penolakan atau menghindari suatu percakapan
b.    Tidak ada perhatian penuh dalam hubungan interpersonal
c.    Penolakan terhadap topic pembicaraan
3.   Mata ke bawah menunjukan :
a.    Adanya kebingungan atau berpikir sejenak
b.    Adanya kesedihan atau rasa kesal
4.   Mata menatap ke suatu benda , tempat atau orang ( tatapan kosong ),  menunjukan:
a.    Kebigungan atau kekalutan
b.    Kekakuan diri dalam hubungan interpersonal
5.   Mata menyipit atau berkerut , menunjukan :
a.    Sedang berpikir
b.    Pikiran sedang kacau
c.    Menghindari orang atau topic masalah
d.   Proses mengingat sesuatu
6.   Mata berair atau tangisan , menunjukan :
a.    Suatu kesedihan
b.    Rasa frustasi atau kecewa
c.    Dapat pula berarti adanya suatu kebahagiaan
b.          Mulut
1.   Senyuman menunjukan :
a.    Perasaan senang atau rasa bahagia
b.    Berpikir positif tentang topik yang sedang dibicarakan
c.    Pengganti jawaban “baik-baik saja “
2.   Bibir rapat menunjukan :
a.    Adanya perasaan tertekanatau kesedihan
b.    Adanya perasaan kesal atau kecewa
3.   Bibir digigit-gigit menunjukan :
a.    Kecemasan atau kesedihan
b.    Kekecewaan yang mendalam
4.   Mulut terbuka tanpa bicara , menunjukan:
a.    Sulit berbicara atau surprise
b.    Perasaan heran atau kaget
c.Ekspresi wajah
1.   Kontak mata yang disertai senyuman menunjukan :
a.    Adanya suatu kebahagiaan atau kesenangan
b.    Suatu perasaan lega atu gembira
2.   Mata berkerut disertai mulut tertutup rapat menunjukan  :
a.    Suatu kemarahan atau kekesalan
b.    Perasaan takut atau gelisah
3.   Mata dan mulut tampak kaku menunjukan :
a.    Suatu kebingungan atau kecemasan
b.    Perasaan takut atau gelisah
2.        Paralinguistik
Paralinguistik dapat memperkaya informasi tentang keadaan emosi , pikiran , dan sikap seseorang atau dapat pula menunjukan bagaimana suatu pembicaraan disampaikan. Beberapa isyarat vocal dalam paralinguistik meliputi tingkat bunyi suara dan kelancaran dalam berbicara .
a.    Tingkat Bunyi suara
1.    Berbisik atau suara yang kecil , tidak terdengar , menunjukan kesukaran dalam membuka diri , mengutarakan perasaan , atau ketertutupan dalam membicarakan topik yang peka .
2.    Pertukaran yang tidak teratur dalam bunyi suara , menunjukan kesulitan untuk membicarakan topik peka yang sedang dibicarakan
b.    Kelancaran dalam berbicara
1.    Kegagapan atau keraguan dalam berbicara menunjukan bahwa individu peka terhadap topic pembicaraan yang berlangsung, atau sikap ketidaktenangan dan kecemasan.
2.    Ratapan atau berkata dengan keluhan menunjukan ketergantungan atau tekanan emosi yang sedang dialami begitu dalam
3.    Sikap diam dan tidak mau berbicara, menunjukan penolakan atau keengganan untuk berbicara, kebingungan atau melanjutkan pembicaraan sesudah membuat suatu ketetapan.
3.        Proksemik
Proksemik erat hubungannya dengan pengaruh keadaan diri dan lingkungannya. Dalam komunikasi prosemik meliputi penggunaan ruangan, pengaturan mebeler , pengaturan tempat duduk , serta jarak antara komunikator dan komunikan.
a.    Jarak
1.    Sikap duduk yang menjauhkan diri menunjukan bahwa tempat telah dilanggar, terjadi keguncangan jiwa atau tempat duduk yang kurang nyaman.
2.    Sikap yang mendekatkan diri, menunjukan keinginan mencapai hubungan interpersonal yang lebih baik dan lebih intim.
b.    Posisi dalam ruangan
Selalu ingin duduk di belakang atau disamping suatu benda tertentu dalam ruangan, seperti dekat tembok atau meja menunjukan untuk mencari perlindungan, bersembunyi atau sikap mengasingkan diri.
Jenis Bahasa Tubuh
1.        Bahasa Tubuh Positif
Antara lain tubuh cenderung doyong mengarah kepada orang yang berbicara, mendengarkan, wajah yang tersenyum, relaks, mata yang fokus mengarah pada kita dan suara yang tegas dan keras (tidak ragu ragu). Sebaliknya jika anda berdiri berdirilah yang tegak. Jika anda duduk, duduklah yang sopan, jangan mengangkat satu kaki (menyilangkannya) tetapi letakkanlah kedua kaki dilantai. Buatlah posisi berhadapan yang nyaman buat anda berdua, jangan terlalu dekat yang menandakan suatu intimidasi, juga jangan terlalu jauh yang membuat anda akan kesulitan menjalin relasi.
2.        Bahasa Tubuh Netral
Jika rekan anda bersikap netral, menolak tidak, memperhatikan juga tidak maka bisa diartikan bahwa mereka tidak tertarik dengan pembicaraan anda. Sikap tersebut antara lain tubuh yang dicondongkan agak kebelakang dan menjauh dari kita. Wajah yang menunjukkan bingung atau kebosanan, mata yang tidak fokus ke kita, nada suara tanpa intonasi dan tangan di clasped together. Hati hatilah apabilah anda sudah melihat gejala seperti ini, karena sebentar lagi bisa akan berubah menjadi negatif. Pada saat inilah anda harus cepat mengendalikan situasi kembali. Alihkan pembicaraan, mungkin selama ini anda terlalu banyak bicara tanpa melihat apa yang menarik bagi mereka.
3.        Bahasa Tubuh Negatif
Bahasa tubuhnya kentara dari sikap duduk atau berdiri yang semakin menjauh dari anda. Mata mereka benar benar beralih ke tempat lain dan sangat sedikit kontak mata yang anda dapat. Lebih lagi kalau mereka sudah mengucapkan kata kata yang agak kesal. Pada saat ini anda harus tetap tenang dan anda harus segera benar benar memberhentikan pembicaraan. Anda benar benar harus menunjukkan sikap bahwa anda menunggu dan dapat menerima complain dari mereka. Sikap tubuh anda harus mendekat dan dalam sikap memperhatikan mereka (condong ke arah mereka). Kedua kaki diletakkan dilantai dan tangan harus dalam posisi terbuka. Jaga kontak mata terus kearah mereka dengan sopan, dengan kata lain pada posisi ini andalah yang 100% harus mempraktekkan bahasa tubuh yang positif.

Dibawah ini adalah beberapa bahasa tubuh yang perlu anda perhatikan ketika berbicara dengan seseorang :
1.        Jangan silangkan kaki dan tangan anda.
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa menyilangkan tangan atau kaki dapat menunjukkan bahwa anda tertutup terhadap lawan bicara anda dan ini tidak menciptakan hubungan pembicaraan yang baik. Bukalah selalu posisi tangan dan kaki anda.
2.        Lakukan kontak mata, namun bukan menatapnya.
Dengan melakukan kontak mata pada lawan bicara anda dapat membuat hubungan pembicaraan menjadi lebih baik dan anda dapat melihat apakah mereka sedang mendengarkan anda atau tidak. Namun juga bukan dengan menatapnya (terus menerus), karena akan membuat lawan bicara anda menjadi gelisah. Jika anda tidak terbiasa melakukan kontak mata pada lawan bicara anda, memang anda akan merasakan ketidaknyamanan pada saat pertama kali. Namun lakukan saja terus dan anda akan terbiasa suatu saat nanti.
3.        Buatlah jarak antara kedua kaki anda.
Memberi jarak antara kedua kaki (tidak dirapatkan) baik dalam posisi berdiri maupun duduk menunjukkan bahwa anda cukup percaya diri dan nyaman dengan posisi anda.
4.        Santaikan bahu anda.
Ketika anda merasa tegang, anda akan merasakan juga ketegangan di kedua bahu anda. Biasanya terlihat dari posisi bahu yang sedikit terangkat dan maju ke depan. Cobalah untuk mengendurkan ketegangan dengan menggerakkan bahu anda dan mundurkan kembali posisinya ke belakang atau bersandar.
5.        Mengangguk ketika lawan bicara anda sedang berbicara.
Mengangguk menandakan bahwa anda memang sedang mendengarkan. Namun bukan berarti anda mengangguk berlebihan (terus menerus dan cepat) layaknya burung pelatuk, karena anda akan terlihat seperti dibuat-buat.
6.        Jangan membungkuk, duduklah dengan tegak.
Membungkuk menandakan bahwa anda tidak bergairah, dan tegak disini maksudnya adalah tetap dalam koridor santai, tidak tegang.
7.        Condongkan badan, namun jangan terlalu banyak.
Jika anda ingin menunjukkan bahwa anda tertarik dengan apa yang disampaikan oleh lawan bicara anda, condongkan sedikit tubuh anda ke arahnya. Namun jangan juga terlalu condong karena anda terlihat seperti akan meminta sesuatu. Jika anda ingin menunjukkan bahwa anda cukup percaya diri dan santai, condongkan sedikit badan anda ke belakang. Namun juga jangan terlalu condong, karena anda akan terlihat arogan.
8.        Tersenyum dan tertawa.
Bercerialah, jangan terlalu serius. Santai, tersenyum bahkan tertawa jika seseorang menceritakan sesuatu hal yang lucu. Orang akan cenderung mendengarkan anda jika anda terlihat sebagai orang yang positif. Namun juga jangan menjadi orang yang pertama kali tertawa jika anda sendiri yang menceritakan cerita lucu nya, karena anda akan terkesan gugup dan seperti minta dikasihani. Tersenyumlah ketika anda berkenalan dengan seseorang, namun jangan pula tersenyum terus menerus karena anda akan dianggap menyimpan sesuatu dibalik senyuman anda.
9.        Jagalah posisi kepala anda tetap lurus.
Jangan melihat ke bawah ketika anda berbicara dengan seseorang. Anda akan terlihat seperti tidak nyaman berbicara dengan lawan bicara anda dan juga terlihat seperti orang yang tidak percaya diri.
10.    Jangan terburu-buru.
Ini bisa berlaku untuk apa saja. Bagi anda yang mempunyai kebiasaan berjalan dengan cepat, cobalah sesekali untuk memperlambat jalan anda. Selain anda akan terlihat lebih tenang dan penuh percaya diri, anda juga akan merasakan tingkat stress anda berkurang.
11.    Hindari gerakan-gerakan yang menunjukkan bahwa anda gelisah.
Seperti menyentuh muka anda, menggoyang-goyangkan kaki anda atau mengetuk-ngetuk jari anda di atas meja dengan cepat. Gerakan-gerakan semacam itu menunjukkan bahwa anda gugup dan dapat mengganggu perhatian lawan bicara atau orang-orang yang sedang berbicara dengan anda.
12.    Efektifkan penggunaan tangan anda.
Daripada anda menggunakan tangan anda untuk hal-hal yang dapat mengganggu perhatian lawan bicara anda, seperti disebutkan dalam point 11 diatas, lebih baik anda menggunakan tangan anda untuk membantu menjelaskan apa yang anda sampaikan.
13.    Rendahkan gelas minuman anda.
Seringkali kita berbicara dengan seseorang sambil memegang gelas minum di depan dada kita. Sikap ini agak kurang baik karena akan membuat ‘jarak’ yang cukup jauh antara anda dan lawan bicara anda. Rendahkan posisi gelas minuman anda, bahkan jika perlu anda memegangnya sampai di dekat kaki.
14.    Jangan berdiri terlalu dekat.
Bagaimana Mengetahui Seseorang Sedang Berbohong, bahwa orang yang merubah posisinya menjadi terlalu dekat pada lawan bicaranya dapat menandakan bahwa ia sedang menyembunyikan sesuatu atau mempunyai maksud tertentu. Selain itu tentu saja akan membuat lawan bicaranya menjadi tidak nyaman. Jagalah selalu jarak ’privacy’ antara anda dan lawan bicara anda.
15.    Berkaca.
Pada intinya ketika 2 orang terkoneksi dan melakukan hubungan pembicaraan yang positif, mereka secara tidak sadar akan saling berkaca satu sama lain. Dalam arti anda akan sedikit meniru bahasa tubuh lawan bicara anda, begitu juga sebaliknya. anda dapat juga melakukan teknik berkaca yang proaktif (dengan sadar) untuk lebih meningkatkan kualitas hubungan anda dan lawan bicara anda. Sebagai contoh, jika lawan bicara anda sedikit mencondongkan badannya ke depan, anda dapat juga mencondongkan badan anda ke depan. Jika lawan bicara anda menaruh satu tangannya di atas meja, anda juga dapat melakukan hal yang sama. Namun tetap perlu diingat, jangan melakukan gerakan tiruan dengan jeda waktu yang sangat singkat dan hampir semua gerakan ditiru. Lawan bicara anda akan melihat suatu keanehan dan tampak seperti sirkus. 
16.    Jagalah selalu sikap anda.
Apa yang anda rasakan akan tersalur lewat bahasa tubuh dan dapat menjadi perbedaan yang besar terhadap kualitas hubungan anda dan lawan bicara anda. Tetaplah jaga sikap yang positif, terbuka dan santai.
Perlu diingat bahwa anda dapat merubah bahasa tubuh yang kurang baik, tentu saja selama anda memahami bahwa untuk menciptakan kebiasaan yang baru memerlukan sebuah proses. Jangan juga mencoba melakukan semua dengan sekaligus karena akan membuat anda bingung dan penat.
Fokus saja pada 2-3 bahasa tubuh yang menjadi prioritas anda dan perbaiki terus menerus selama 3-4 minggu.
Setelah waktu tersebut anda akan menciptakan suatu kebiasaan yang baru. Kemudian anda dapat melanjutkannya lagi untuk 2-3 bahasa tubuh berikutnya.
Bahasa tubuh biasanya lebih efektif untuk mengungkapkan perasaan daripada kata-kata. Namun, salah pergerakan dalam bahasa tubuh bisa berdampak negatif, misalnya menimbulkan persepsi yang tidak baik.
Jadi saat di kantor, sebaiknya Anda menunjukkan bahasa tubuh yang mencerminkan kepercayaan diri dan profesionalisme. Salah menunjukkan bahasa tubuh, bisa merusak karir dan menimbulkan kesalahpahaman antar rekan kerja. , 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar